Pasar minyak global pada tahun 2026 diperkirakan akan mengalami tekanan penurunan harga untuk minyak mentah, yang sebagian besar disebabkan oleh surplus pasokan global yang melampaui pertumbuhan permintaan. Namun, di Indonesia, harga bahan bakar bensin dan diesel non-subsidi di awal tahun 2026 telah disesuaikan menjadi lebih rendah, sementara harga BBM bersubsidi relatif stabil.
Proyeksi Harga Minyak Global
Tren Penurunan : Sebagian besar analis dan lembaga keuangan, termasuk JPMorgan dan Reuters, memperkirakan harga minyak mentah Brent akan turun, dengan proyeksi rata-rata sekitar $58 hingga $62 per barel untuk tahun 2026. Badan Informasi Energi AS (EIA) juga memperkirakan harga akan stabil di sekitar $55 per barel sepanjang tahun.
Faktor Utama : Penurunan ini didorong oleh ekspektasi surplus pasokan yang signifikan di pasar minyak global, yang berasal dari peningkatan produksi produsen OPEC dan non-OPEC.
Ketidakpastian : Meskipun tren utama adalah penurunan, pasar tetap mencermati potensi gejolak dari faktor geopolitik, seperti situasi di Venezuela, yang dapat memengaruhi fluktuasi harga.
Situasi Bensin dan Diesel di Indonesia
Harga Non-Subsidi Turun : PT Pertamina (Persero) telah menurunkan harga BBM non-subsidi (seperti Pertamax Series dan Dex Series) yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2026. Penyesuaian harga ini mengikuti pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
Harga Subsidi Stabil : Harga BBM bersubsidi, seperti Pertalite dan Solar (diesel) subsidi, tidak mengalami perubahan pada awal tahun 2026.
Kebijakan Energi Nasional : Pemerintah Indonesia menargetkan untuk menyetop impor solar pada April 2026 dan menerapkan mandatori biodiesel 50% (B50) pada tahun yang sama, yang mencampurkan 50% minyak sawit mentah (CPO) ke dalam bahan bakar solar. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor dan menjaga ketahanan energi domestik.
Asumsi RAPBN 2026 : Asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam RAPBN 2026 disepakati sebesar US$70 per barel, angka yang dinilai realistis di tengah permintaan minyak yang lesu.
Secara keseluruhan, meskipun pasar global cenderung mengalami penurunan harga minyak mentah, kebijakan domestik Indonesia seperti hilirisasi dan mandatori biodiesel akan menjadi faktor kunci dalam menentukan stabilitas harga bensin dan diesel di dalam negeri sepanjang tahun 2026.




